DASHBOARD INOVASI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
KOTA SAWAHLUNTO

<<
Detail Inovasi

Detail Inovasi

Nama Inovasi : SIJITUPASNA
Tahapan Inovasi : Penerapan
Inisiator : OPD
OPD Inisiator : DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
Jenis : Digital
Klasifikasi : Inovasi Perangkat Daerah
Bentuk : Inovasi Pelayanan Publik
Asta Cita : Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Klaster PKPN : NON PKPN
Urusan Pemerintahan Utama : DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
Tanggal Uji Coba : 13-01-2025
Tanggal Implementasi : 27-11-2025
Ada Pengembangan : YA
Tanggal Pengembangan : 12-08-2025
Latar Belakang :

Latar Belakang


Bencana merupakan suatu peristiwa yang dapat menimbulkan dampak terhadap kehidupan masyarakat, lingkungan, sarana dan prasarana, serta berbagai aset yang dimiliki oleh pemerintah maupun masyarakat. Setelah terjadinya bencana, diperlukan proses penanganan pascabencana yang sistematis, terukur, dan didukung oleh data yang akurat. Salah satu tahapan penting dalam proses tersebut adalah pengkajian kebutuhan pascabencana, yang menjadi dasar dalam menentukan langkah pemulihan serta penyusunan perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.


Dalam pelaksanaannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto memiliki peran penting dalam melakukan pendataan dan pengelolaan informasi terkait dampak bencana yang terjadi di wilayah Kota Sawahlunto. Data pascabencana yang dikumpulkan dapat mencakup informasi mengenai lokasi kejadian, jenis bencana, kondisi kerusakan, aset yang terdampak, dokumentasi berupa foto, serta informasi kebutuhan penanganan. Pengelolaan data yang dilakukan secara manual atau menggunakan media penyimpanan yang terpisah dapat menimbulkan berbagai kendala, seperti kesulitan dalam pencarian data, risiko duplikasi data, keterbatasan dalam pemantauan lokasi, serta kurang optimalnya proses pengolahan data menjadi informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.


Untuk mendukung kebutuhan tersebut, diperlukan suatu sistem informasi yang mampu mengintegrasikan berbagai data pascabencana ke dalam sebuah platform yang terstruktur dan mudah digunakan. Oleh karena itu, dibangun sebuah aplikasi berbasis web yang diberi nama SIJITUPASNA, yang merupakan akronim dari Sistem Informasi pengkaJIan kebuTUhan PASca bencaNA. Aplikasi ini dirancang untuk membantu BPBD Kota Sawahlunto dalam melakukan pengelolaan data pascabencana secara lebih efektif, efisien, terorganisir, dan terdokumentasi.


SIJITUPASNA menyediakan fasilitas pengelolaan data yang dapat mendukung proses pengkajian dan penilaian terhadap kondisi pascabencana. Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam aplikasi ini adalah pemisahan data aset berdasarkan kategorinya, yaitu aset pemerintah, aset pribadi masyarakat, dan aset umum. Pemisahan tersebut memungkinkan data kerusakan dan dampak bencana dapat dikelompokkan secara lebih jelas sehingga memudahkan proses identifikasi, pengolahan, serta analisis terhadap aset yang terdampak. Dengan struktur data yang lebih terorganisir, informasi yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi wilayah dan masyarakat yang terdampak bencana.


Selain pengelolaan data dan dokumentasi berupa gambar lokasi bencana, SIJITUPASNA juga dilengkapi dengan fitur pencatatan titik koordinat lokasi kejadian bencana. Informasi koordinat tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan lokasi kejadian secara geografis melalui peta digital yang terintegrasi dengan OpenStreetMap maupun Google Maps. Fitur pemetaan ini memberikan dukungan visual terhadap data yang tersimpan, sehingga pengguna dapat mengetahui persebaran lokasi bencana dan aset terdampak secara lebih mudah. Dengan adanya informasi spasial tersebut, proses identifikasi lokasi, verifikasi data lapangan, serta penyusunan prioritas penanganan dapat dilakukan dengan lebih terarah.


Data yang dikelola melalui SIJITUPASNA selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam rangkaian kegiatan pengkajian dan penilaian akibat bencana, analisis dampak, perkiraan kebutuhan, serta penyusunan rekomendasi terhadap strategi pemulihan. Hasil dari rangkaian proses tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Dengan demikian, aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai media penyimpanan data, tetapi juga sebagai sarana pendukung dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu proses perencanaan dan pengambilan keputusan pascabencana.


Pembangunan SIJITUPASNA diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan data pascabencana di BPBD Kota Sawahlunto, mulai dari proses pendataan, dokumentasi, pemetaan lokasi, pengelompokan aset, hingga pemanfaatan data untuk kebutuhan analisis dan perencanaan. Dengan tersedianya data yang terintegrasi, terstruktur, dan dapat diakses melalui sistem berbasis web, proses pengkajian kebutuhan pascabencana dapat dilaksanakan secara lebih cepat, akurat, transparan, dan terdokumentasi. Pada akhirnya, keberadaan SIJITUPASNA diharapkan dapat mendukung BPBD Kota Sawahlunto dalam meningkatkan efektivitas penanganan pascabencana serta mewujudkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang lebih tepat sasaran berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan.

Tujuan :
  1. Membangun sistem informasi berbasis web yang dapat membantu BPBD Kota Sawahlunto dalam mengelola dan mendokumentasikan data pascabencana secara terintegrasi.
  2. Mempermudah proses pendataan dan pengelolaan informasi pascabencana, mulai dari data kejadian, kondisi kerusakan, aset terdampak, dokumentasi, hingga kebutuhan penanganan.
  3. Mengelompokkan aset terdampak bencana secara terstruktur berdasarkan kategori, yaitu aset pemerintah, aset pribadi masyarakat, dan aset umum.
  4. Menyediakan dokumentasi kondisi pascabencana melalui penyimpanan gambar atau foto lokasi dan kondisi aset yang terdampak bencana.
  5. Menyediakan informasi lokasi kejadian bencana secara geografis melalui pencatatan titik koordinat lokasi bencana.
  6. Mengintegrasikan data lokasi dengan peta digital, seperti OpenStreetMap dan Google Maps, sehingga lokasi kejadian dan aset terdampak dapat divisualisasikan secara lebih mudah.
  7. Mempermudah proses pengkajian dan penilaian akibat bencana berdasarkan data dan informasi yang telah dikumpulkan di lapangan.
  8. Mendukung proses analisis dampak bencana terhadap aset pemerintah, aset masyarakat, dan aset umum secara lebih terstruktur.
  9. Mendukung proses perkiraan kebutuhan pascabencana berdasarkan kondisi kerusakan dan dampak yang terjadi di wilayah terdampak.
  10. Menyediakan data dan informasi sebagai dasar penyusunan rekomendasi strategi pemulihan pascabencana.
  11. Mendukung penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dengan menyediakan data yang lebih lengkap, terstruktur, dan terdokumentasi.
  12. Meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akurasi pengelolaan data pascabencana di lingkungan BPBD Kota Sawahlunto.
  13. Mempermudah pencarian dan penyajian data pascabencana sehingga informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan lebih cepat untuk mendukung proses pengambilan keputusan.
  14. Mewujudkan pengelolaan data pascabencana yang terintegrasi dan terdokumentasi, sehingga data dapat menjadi sumber informasi yang berkelanjutan bagi kegiatan penanggulangan bencana dan pemulihan pascabencana.
Manfaat :

  1. Mempermudah BPBD Kota Sawahlunto dalam mengelola data pascabencana secara terpusat, terstruktur, dan terdokumentasi.
  2. Meningkatkan efisiensi proses pendataan pascabencana, sehingga proses pencatatan data dapat dilakukan dengan lebih cepat dan sistematis.
  3. Mengurangi risiko kehilangan, kerusakan, dan duplikasi data karena data pascabencana tersimpan dalam satu sistem informasi yang terintegrasi.
  4. Mempermudah pencarian dan pemutakhiran data terkait kejadian bencana, kerusakan, aset terdampak, dokumentasi, serta kebutuhan pascabencana.
  5. Membantu mengidentifikasi aset terdampak secara lebih jelas melalui pengelompokan aset menjadi aset pemerintah, aset pribadi masyarakat, dan aset umum.
  6. Mempermudah dokumentasi kondisi di lapangan melalui penyimpanan foto atau gambar lokasi dan kondisi aset yang terdampak bencana.
  7. Meningkatkan akurasi informasi lokasi bencana dengan adanya pencatatan titik koordinat geografis pada setiap lokasi kejadian atau aset terdampak.
  8. Mempermudah visualisasi persebaran lokasi bencana melalui integrasi dengan OpenStreetMap dan Google Maps.
  9. Mendukung proses verifikasi dan validasi data lapangan, khususnya dalam memastikan kesesuaian antara data kejadian, dokumentasi, dan lokasi geografis bencana.
  10. Mempermudah proses pengkajian dan penilaian akibat bencana dengan tersedianya data yang lengkap dan terorganisir dalam satu sistem.
  11. Mendukung analisis dampak bencana terhadap aset pemerintah, masyarakat, maupun aset umum sehingga kondisi pascabencana dapat diketahui secara lebih menyeluruh.
  12. Membantu memperkirakan kebutuhan pascabencana berdasarkan data kerusakan dan dampak yang telah dihimpun.
  13. Mendukung penyusunan rekomendasi strategi pemulihan pascabencana berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan.
  14. Mendukung penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dengan menyediakan data dan informasi yang lebih akurat serta terdokumentasi.
  15. Meningkatkan kualitas informasi sebagai bahan pengambilan keputusan bagi BPBD Kota Sawahlunto dalam menentukan prioritas penanganan dan pemulihan pascabencana.
  16. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan data pascabencana, karena setiap data dapat terdokumentasi dan ditelusuri dengan lebih baik.
  17. Membangun basis data pascabencana yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, baik untuk kebutuhan evaluasi, perencanaan, pelaporan, maupun penanganan bencana di masa mendatang.
  18. Mendukung transformasi digital dalam pengelolaan penanggulangan bencana, khususnya pada tahapan pengkajian kebutuhan dan perencanaan pemulihan pascabencana di Kota Sawahlunto.

Hasil :
  1. Terbangunnya aplikasi berbasis web SIJITUPASNA sebagai sistem informasi yang digunakan untuk mendukung pengelolaan data pengkajian kebutuhan pascabencana di BPBD Kota Sawahlunto.
  2. Tersedianya basis data pascabencana yang terintegrasi, sehingga berbagai informasi terkait kejadian dan dampak bencana dapat dikelola dalam satu sistem.
  3. Tersedianya modul pendataan kejadian bencana yang dapat digunakan untuk mencatat informasi mengenai peristiwa bencana yang terjadi di wilayah Kota Sawahlunto.
  4. Tersedianya pengelolaan data aset terdampak yang telah dipisahkan berdasarkan kategori: aset pemerintah, aset pribadi, dan aset umum.
  5. Tersedianya fitur dokumentasi kondisi pascabencana yang memungkinkan pengguna menyimpan foto atau gambar sebagai bukti kondisi lokasi dan aset yang terdampak.
  6. Tersedianya fitur pencatatan koordinat lokasi bencana, sehingga setiap data kejadian atau aset terdampak dapat dikaitkan dengan lokasi geografisnya.
  7. Terintegrasinya sistem dengan peta digital, yaitu OpenStreetMap dan Google Maps, sehingga titik lokasi bencana dapat ditampilkan dalam bentuk visual pada peta.
  8. Tersedianya informasi spasial mengenai persebaran bencana, yang dapat membantu pengguna melihat lokasi kejadian dan aset terdampak berdasarkan posisi geografis.
  9. Tersedianya data yang lebih terstruktur dan mudah ditelusuri, sehingga proses pencarian informasi terkait kejadian, lokasi, aset, kerusakan, dan dokumentasi dapat dilakukan dengan lebih mudah.
  10. Tersedianya data pendukung untuk proses pengkajian dan penilaian akibat bencana, sehingga proses pengumpulan dan pengolahan informasi pascabencana menjadi lebih sistematis.
  11. Tersedianya data pendukung untuk analisis dampak bencana, khususnya terhadap aset pemerintah, masyarakat, dan aset umum yang terdampak.
  12. Tersedianya informasi yang dapat digunakan dalam memperkirakan kebutuhan pascabencana, berdasarkan data kondisi dan kerusakan yang telah dihimpun.
  13. Tersedianya data sebagai bahan penyusunan rekomendasi strategi pemulihan, sehingga rekomendasi dapat disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan yang tercatat dalam sistem.
  14. Tersedianya basis data pendukung penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang bersumber dari data hasil pendataan dan pengkajian di lapangan.
  15. Meningkatnya efektivitas dan efisiensi pengelolaan data pascabencana di BPBD Kota Sawahlunto karena proses pendataan, penyimpanan, pencarian, dan penyajian informasi dilakukan melalui satu sistem.
  16. Meningkatnya kualitas dan akurasi informasi pascabencana, karena data dapat dilengkapi dengan dokumentasi gambar serta informasi koordinat lokasi.
  17. Tersedianya informasi yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan, khususnya dalam menentukan prioritas penanganan, pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana.
  18. Terwujudnya sistem pengelolaan data pascabencana yang lebih modern, terintegrasi, dan terdokumentasi, sebagai bagian dari pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kota Sawahlunto.

Kontak

Jl. Proklamasi, Pasar, Kec. Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat

Email : [email protected]

Sawahlunto UMKM Insight by DISKOMINFO 2026